Contoh Essay Beasiswa 2011

Beasiswa LPDP adalah salah satu beasiswa unggulan dari pemerintah Indonesia yang memungkinkan ribuan mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan tinggi di luar negeri secara gratis.

Beasiswa LPDP berlaku untuk jenjang pendidikan S2 ke atas yang meliputi beasiswa magister dan doktor, serta mempunyai beberapa bidang fokus seperti teknik, sains, pertanian, hukum, ekonomi, keuangan, kedokteran, agama, serta sosial-budaya.

Tentunya beasiswa LPDP merupakan salah satu program beasiswa yang dinanti-nantikan oleh mahasiswa di Indonesia, dan kamu mungkin termasuk salah satu di antaranya.

Salah satu syarat mendaftarkan diri di beasiswa LPDP adalah pengumpulan essay. Nah, supaya kamu bisa membuat essay untuk LPDP dengan benar, simak contoh essay beasiswa LPDP dan tips membuatnya disini!

Tips Membuat Essay Beasiswa LPDP

1. Tulis Essay Secara Terstruktur

Dalam membuat essay beasiswa, ada baiknya Sobat Galedu mengikuti struktur dasar yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Memang, pada penulisannya, essay ini hanya kumpulan paragraf yang saling berhubungan, tidak ada tulisan atau kata-kata “Pendahuluan”, “Isi”, dan “Penutup”. Namun, secara struktur, alurnya harus jelas dan runut; tidak pindah kesana-kemari.

Selain memudahkan penyelenggara untuk membaca essay dan memahaminya, struktur yang baik juga akan memudahkan kamu dalam menuliskan konten essay tersebut. Selain itu, essay yang terstruktur juga dapat menggambarkan pola pemikiran yang terstruktur serta dengan jelas menyampaikan ide yang ingin kamu sampaikan.

Misalnya, kamu memulai essay dengan memberitahukan impianmu untuk memajukan perekonomian. Pada paragraf kedua, lanjutkan dengan bercerita tentang berbagai permasalahan yang ditemukan. Dukung argumen-argumenmu dengan contoh konkret tentang usaha yang telah dilakukan atau yang akan dilakukan; jangan pernah bercerita masalah tanpa solusi. Pada paragraf akhir, tuliskan kesimpulan dari tulisan tersebut serta harapan ke depannya.

2. Sesuaikan Isi Essay dengan Misi Penyelenggara

Sebelum menuliskan essay, pastikan kamu telah membaca lebih lanjut dan memahami tentang penyelenggara beasiswa LPDP dan tujuan diadakannya program beasiswa LPDP. Hal ini dilakukan agar kamu bisa memberitahukan penyelenggara lewat essaymu bahwa kamu adalah orang yang tepat dan sesuai dengan misi penyelenggara.

Jika kamu simak, beasiswa LPDP diberikan kepada mahasiswa Indonesia agar kelak setelah selesai memperoleh pendidikan dan mendapatkan ilmu dan pengalaman, mahasiswa tersebut dapat kembali dan berkontribusi di Indonesia. Untuk itu, nilai plus bagi Sobat Galedu apabila bisa menuliskan aspirasi dan kontribusi bagi Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan kelak.

3. Tunjukkan Prestasi dan Semangat

Beasiswa LPDP yang merupakan program beasiswa unggulan tentunya banyak diminati oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Itu artinya Sobat Galedu harus siap bersaing dengan peminat beasiswa LPDP lainnya. Persaingan tentunya tidak mudah, karena ada banyak mahasiswa Indonesia yang berprestasi, aktif, dan memiliki pengalaman. Untuk itu, Sobat Galedu harus menujukkan prestasi yang pernah kamu raih serta semangatmu dalam mengikuti program ini.

Mengapa demikian? Penyelenggara beasiswa tentunya hanya akan memilih kandidat yang mereka rasa memiliki kualitas dan prestasi terbaik. Untuk itu kamu harus pintar dalam menonjolkan prestasimu. Namun di sini penting agar kamu tidak tampak seperti orang yang sombong. Jangan melebih-lebihkan ceritamu dan hanya ceritakan prestasi yang relevan dengan program yang kamu pilih. Jelaskan tentang hasil yang telah kamu capai, dan bagaimana hal itu telah memberikan dampak positif bagi dirimu dan lingkungan sekitarmu.

Contoh Essay Beasiswa LPDP

1. Essay “Kontribusiku Bagi Indonesia”

Instruksi dibuku panduan LPDP adalah:
“Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”

Kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan.
Saya menyelesaikan studi Sarjana di Universitas … tahun … dengan spesialisasi jurusan pendidikan Bahasa Inggris. Semasa kuliah, saya aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa … (HIMA..) sebagai anggota bidang Ilmu dan Penalaran. Keaktifan di organisasi ini mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun inisiatif-inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan sosial dan pendidikan di tingkat lokal, provinsi, dan nasional.

Satu prestasi yang berhasil saya raih adalah terpilih sebagai Duta Muda Indonesia untuk Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK). Program ini menitik beratkan pada aktivitas kegiatan sukarelawan dan pengembangan masyarakat serta bertujuan untuk mempererat persahabatan antara kedua negara. Program ini terdiri dari dua fase yaitu Kanada dan Indonesia. Di Kanada, saya bersama duta muda lainnya aktif berkontribusi memperkenalkan Indonesia dalam bentuk pentas seni budaya kepada masyarakat kota Amherst, Nova Scotia. Kami juga membantu beberapa kegiatan yang diadakan masyarakat setempat seperti mengumpulkan donasi makanan dan acara penggalangan dana bekerja sama dengan Palang Merah Kanada untuk kegiatan amal dan penyaluran bantuan korban gempa Sumatera Barat tanggal 30 September 2009 lalu.

Di fase Indonesia, kami tinggal di sebuah desa bernama Sei Gohong, kota Palangkaraya yang mayoritas masyarakatnya beragama Nasrani. Pengalaman tinggal disana selama tiga bulan telah mengajarkan saya arti toleransi seperti orang tua angkat saya mempersilahkan untuk sholat di rumah mereka daripada harus berjalan jauh ke musholla. Saya dan teman – teman juga membantu masyarakat lokal dalam pembuatan gerbang desa dan kegiatan kebersihan lingkungan. Selain itu, saya dan tiga orang teman lain menginisiasi kegiatan belajar bahasa Inggris untuk remaja dan anak – anak dengan bantuan peserta program dari Kanada sebagai pengajarnya.

Setelah selesai mengikuti program PPIK, saya termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk Indonesia. Di tahun 2011, saya terpilih menjadi salah satu dari 47 pengajar muda angkatan ke 3 program Indonesia Mengajar dari lebih kurang 5000 pendaftar. Program ini menempatkan saya selama satu tahun di dusun Rura, kabupaten Majene sebagai seorang guru SD. Selama disana, saya mendorong guru – guru agar lebih kreatif dalam mengajar dengan berbagi bahan pengajaran yang telah saya dapatkan semasa pelatihan. Lalu, untuk meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih peduli terhadap pendidikan, saya juga berkolaborasi dengan pemuda pemudi lokal dengan mengadakan perlombaan bulan Ramadhan seperti lomba adzan, lomba hafalan surat pendek, dan lomba ceramah. Saya dan teman – teman pengajar muda lain juga mendorong perangkat pemerintah setempat untuk membuat kegiatan forum diskusi untuk kepala sekolah tingkat SD se-kabupaten sebagai wadah untuk saling bertukar ide dan pengalaman.

Tahun 2045 diharapkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Saya memiliki mimpi agar semua anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mahir berbahasa Inggris sehingga mereka memiliki kompetensi kelas dunia namun tetap cinta akan tanah airnya. Namun pengajaran bahasa Inggris di Indonesia masih berfokus pada buku teks dan target. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penelitian ilmiah tentang pengajaran bahasa Inggris itu sendiri. Keller (2011) menyatakan bahwa the big problem of teaching English in Indonesia is a lack of research. We really don’t know what the situation is at many levels. So much of the literature consists of opinion papers. There are relatively few ‘hard’ facts. Di salah satu artikel berita, Menristekdikti Mohammad Nasir juga menyatakan bahwa dosen Indonesia yang bergelar doktor kurang dari 15 persen yang akan berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Dari dua pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa kualifikasi dosen dan riset memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan pendidikan di suatu bangsa.

Dalam hal pengajaran bahasa Inggris, Cina adalah salah satu negara yang sukses membangun generasi mudanya untuk menguasai bahasa Inggris. Hal ini diperkuat dengan bayaknya riset tentang pengajaran bahasa Inggris serta mengupas berbagai macam aspek sosial dan linguistiknya yang berdampak pada semakin berkembangnya metode pengajaran bahasa Inggris disana. Salah satu universitas yaitu Guadong University of Foreign Studies bahkan memiliki 118 dosen tetap untuk jurusan pendidikan bahasa Inggris, 90% diantaranya bahkan telah bergelar master dan doktor bandingkan dengan Indonesia yang rata – rata hanya memiliki 20 orang setiap universitas (sumber: PDDIKTI).

Bila saya berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, saya ingin mengambil peran sebagai seorang dosen di sebuah institusi pendidikan tinggi dan berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang doktor. Saya juga ingin berkontribusi dengan menjadi seorang pelatih guru agar guru bahasa Inggris di Indonesia menjadi semakin berkualitas sehingga Indonesia mampu mencapai kebangkitan generasi emas yang berwawasan global dan memiliki daya saing.

Essay ditulis oleh Budi Waluyo tanpa sedikitpun mengubah isi, kata-kata, dan susunan tulisan

2. Essay “Sukses Terbesar dalam Hidupku”

Instruksi di buku panduan LPDP adalah:
“Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “…. “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.”

Ayah meninggal dunia disaat usia saya 3 tahun. Sejak saat itu, Ibu menjadi tulang punggu keluarga; banting tulang bekerja siang dan malam berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saya dan tiga orang adik saya, terutama untuk membiayai pendidikan kami. Suatu hari, Ibu menyampaikan sebuah pesan kepada saya bahwa kelak saya harus bisa sekolah setinggi mungkin hingga mencapai level Doktor agar dapat membantu keluarga serta orang lain yang hidup dalam kemiskinan seperti kami. Nasehat ibu ini menjadi dasar saya dalam mengukur kesuksesan dalam hidup, yaitu seberapa banyak hal yang sudah berhasil saya lakukan, seberapa kontribusi yang sudah saya berikan untuk orang – orang sekitar melalui pengetahuan, skill, dan prestasi – prestasi yang telah saya raih. Setelah beberapa tahun studi ….. bekerja di bidang ….. saya sudah mampu berbuat dan meraih beberapa hal penting yang saya anggap sebagai sukses terbesar dalam hidup saya sampai saat ini. Didalam esai ini, saya ingin menjelaskan tiga kesuksesan penting yang sudah saya raih …..

Sukses terbesar pertama yang telah saya raih adalah berhasil menyelesaikan kuliah sarjana dengan IPK yang memuaskan dalam jangka waktu kurang dari 4 tahun. Bagi sebagian orang, menyelesiakan perkuliahan sarjana mungkin bukanlah hal yang besar. Namun, secara pribadi, saya harus mengakui bahwa perjuangan menyelesaikan perkuliahan sarjana saya tidaklah mudah. Saat kuliah, saya harus bekerja di sebuah cafe dari jam 5 sore sampai 10 malam setiap hari. Dengan cara ini saya bisa memiliki uang untuk makan setiap hari. Hal yang berat sekali dilakukan ketika diwaktu yang sama saya harus menyelesiakan tugas dari dosen, mengikuti sebuah project, dan lain – lain … Setiap akhir semester, saya harus berjuang mencari beasiswa agar dapat membiayai uang semesteran ….. Dan seterusnya.


Nah, untuk paragraf yang berikutnya (paragraf ketiga, keempat, kelimat dan keenam), ikuti pola paragraf kedua ini cara menjelaskannya.

Ada yang menjelaskan satu kesuksesan membutuhkan dua paragraf, tidak masalah. Yang terpenting adalah pastikan setiap kali menyampaikan satu poin sukses yang sudah diraih, lakukan seperti yang dijelaskan di paragraf kedua ini.

Pararagraf ke tujuh (terakhir):

  • Simpulkan semua poin yang sudah dijelaskan.
  • Uraikan apalagi yang mau diraih dimasa depan nanti, dikaitkan dengan definisi sukses yang sudah dijelaskan serta latarbelakang pendidikan dan pengalaman (kerja) yang sudah dimiliki.
  • Uraikan bagaimana beasiswa LPDP ini nanti akan membantu anda dalam meraih ‘sukses – sukses’ yang berikutnya yang menjadi target anda.
  • Saya sarankan: jaga poin uraian dibawah tema “memberikan kontribusi untuk Indonesia, membantu mengatasi sebuah permasalahan ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan lain – lain”, karena sponsor beasiswa menyukai orang – orang yang punya visi untuk sebuah perubahan nanti. Tidak harus dijelaskan dengan hal yang besar, tetapi punya konteks atau komunitas atau semacamnya yang ingin dibantu atau mendapatkan manfaat dari kesuksesan yang akan diraih melalui beasiswa LPDP ini.

Ketiga kesuksesan yang sudah saya raih ini bukanlah tanda untuk saya berhenti, melainkan sebuah susunan anak tangga yang akan mengantarkan saya pada pencapaiaan kesuksesan selanjutnya. Sebagai seorang yang berlatar belakang pendidikan serta sudah memiliki pengalaman bekerja selama 3 tahun sebagai guru, saya punya target ingin ikut membantu mengatasi permasalahan pendidikan anak – anak sekolah di daerah terpencil. Jika terpilih menjadi penerima beasiswa LPDP ini, saya yakin kalau akan ada banyak pengetahuan tentang bagaimana mengatasi permasalahan pendidikan di daerah terpencil, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan … (dan seterusnya jelaskan). Besar harapan saya beasiswa LPDP ini menjadi sarana saya untuk meraih kesuksesan selanjutnya dalam kehidupan saya serta memungkin saya memberikan kontribusi yang lebih untuk bangsa dan negara Indonesia di masa depan.

Essay ditulis oleh Budi Waluyo tanpa sedikitpun mengubah isi, kata-kata, dan susunan tulisan

Nah, itulah tips membuat essay untuk beasiswa LPDP dan dua contoh essay yang bisa ditemukan pada aplikasi beasiswa LPDP. Tips terakhir jangan lupa untuk terus berusaha dan berdoa ya! Good Luck !.

Baca juga banyak artikel LPDP yang lainnya:

Galedu akan meluncur. Untuk saat ini, ayo daftarkan email kamu dahulu untuk mendapatkan kabar terbaru dari Galedu.

Share This Story, Choose Your Platform!

Thank you for subscribing!

Formulir aplikasi beasiswa Community College Initiative Program (CCIP) ini adalah “tiket” saya untuk diundang interview oleh Aminef di Jakarta.

“Menjual diri” dalam hal ini melalui aplikasi memang bukan perkara gampang, mengutip kata-kata kak Lisa: “It’s just because you are not there. And they are not here.” Saya harus bisa menampilkan diri saya sebaik mungkin di aplikasi ini sehingga para komite beasiswa akan tertarik dengan kualifikasi yang saya miliki, dengan potensi, dan keunikan saya sehingga mereka ingin tahu lebih banyak dan pada akhirnya memilih saya sebagai kandidat untuk diinterview.

Pertengahan Oktober 2011 saya mulai melengkapi aplikasi saya yang jauh-jauh hari sebelumnya sudah saya cetak dan pelajari setiap lembarannya. Waktu saya yang tersisa memang tinggal 2 minggu setelah proses panjang dengan drama persiapan kelengkapan dokumen dan TOEFL.

Ini aplikasi beasiswa ke luar negeri pertama saya. Saya tidak punya pengalaman bagaimana mengisi sebuah aplikasi beasiswa yang baik. Bekal saya saat itu hanya kumpulan artikel dan trik-trik dari banyak penerima beasiswa luar negeri yang berbagi pengalamannya di internet. Masukan juga saya peroleh dari alumni program serupa. Intinya, banyaklah bertanya dan minta masukan dari mereka. Entah kenapa saya begitu niat dan ngotot untuk beasiswa ini. Tapi saya percaya “niat dan ngotot” itu tidak cukup dan perlu diimbangi dengan usaha yang maksimal.

Jurus Jitu Menjawab Esai di Aplikasi Beasiswa CCIP

Tidak ada jurus jitu. Menulis esai itu tidak mudah untuk kebanyakan orang termasuk saya sendiri. Apalagi menulis esai dalam bahasa Inggris dan untuk aplikasi beasiswa. Wajar jika  pressure mode menjadi lebih tinggi. Tapi itu bisa dipelajari. Dari pengalaman saya, tidak ada trik khusus untuk menjawab esai di aplikasi beasiswa CCIP, tapi hal-hal berikut yang saya lakukan yang membuat saya siap untuk mengirimkan aplikasi saya ke Aminef:

  • Waktu yang cukup. Sistem kebut semalam tidak akan membantu sama sekali. Kamu ingin mendapatkan beasiswa CCIP yang berbajet lebih dari $26.000 per orang dan persiapan kamu mendadak dan seadanya, kamu bercanda ya?
  • Menuangkan setiap ide yang muncul. Apa pun itu. Untuk penulisan yang pertama, tentu aplikasinya belum bagus dan layak untuk dikirimkan.
  • Edit. Edit. Edit. Aplikasi yang saya kirim ke Aminef itu melewati lebih dari 5 kali perbaikan. Mengedit juga artinya memperhatikan jika ada kesalahan ejaan, kapitalisasi, dan sebagainya. Saya juga berikan rentang waktu ketika mengedit aplikasi tersebut. Misalnya setelah 2 kali diedit, saya biarkan saja aplikasi saya selama 2 atau 3 hari. Setelah itu saya periksa kembali dan masih menemukan banyak kekurangan. Lalu edit lagi.
  • Proofread. Minta bantuan kepada teman yang bahasa Inggrisnya lebih baik dari saya. Untungnya saya punya teman bule, jadi saya sangat terbantu dengan banyaknya masukan yang diterima.
  • CCIP ini beasiswa ke Amerika. Perlu diingat juga bahwa budaya menulis orang Amerika adalah straight to the point. Tidak bertele-tele. Jawaban esai yang panjang belum tentu baik. Jawaban yang terlalu pendek juga bisa menimbulkan kesan tidak percaya diri dan tidak optimis dari seorang aplikan. Intinya pahami dengan seksama pertanyaan di aplikasi dan berikan jawaban yang efektif.
  • Saya berusaha memberikan nada yang antusias dan optimis di setiap jawaban esai. Sama halnya ketika ngobrol dengan orang lain, saya lebih suka mendengar orang yang berbicara dengan optimis dari pada yang pesimis.

Berikut saya sertakan esai-esai dalam aplikasi beasiswa CCIP saya dulu beserta jawabannya.

Within your proposed Field of Study, please describe your specific area of interest and your related experience:

I am interested in Communication study. I have always enjoyed meeting people and desired knowing about them. To support this interest, I would like to describe my experiences. I was a peer educator in AIDS organization while in senior high school. I had regular opportunities to have conversation with students and educating them about AIDS epidemic. In college years, I involved at the campus radio station and learnt the skill in broadcasting profession. Besides, I have been teaching English at various educational institutions in both settings of one-on-one tutoring and classroom so I can share my knowledge and also improve my public speaking skill. Presently, I work for a telecommunication company. My primary responsibilities are giving an excellent service to customers and resolving their complaints.

Essay #1:Please describe why you are a good candidate for the Community College Initiative program.  How would this program fit with your past education and training?  How would this program fit your future professional and personal goals?

I am a good candidate to participate in the Community College Initiative program because of several reasons. First, I have a big eagerness to learn many extraordinary things especially about culture, language, and values of different people. Second, participating in this scholarship program is my dream and has always been my passion. Even though my TOEFL ITP score is imperfect, I believe that I must persist in obtaining this scholarship and not give up easily. By doing this, it will be one step closer to make my dream come true. Third, My related experiences in the past really fit this program. I took initiative involving in varieties of communication activities since I was still in high school. I hope that this program will be a bridge for me to become a valuable individual for my country.

I graduated from Andalas University Padang West Sumatera majoring English Department. Since I was in senior high school I had been involved in activities that required me to meet and communicate with people.

This program has a strong relationship with my future professional because I have dreamt about a career in communication area and would appreciate the opportunity to achieve this in the Community College Initiative program.

Essay #2:  What would you like to share about your culture with the people you meet?  Why would you be a good representative of your country?  How will you share your culture with people who may not know it?

I love cooking, dancing and singing. To share about my culture, I will demonstrate techniques to cook Indonesian food and teach several traditional songs and dances. I would be a good representative of my country because I have deep desire to share about my Indonesian culture with other foreigners. To share my culture to people who may not know it, I will present it by using various mediums including dance performances, group discussions, cultural performances, collected photos, and videos. I will do my very best to represent my home country so the people in the United States will have greater interest wanting to discover more about Indonesian people groups and their cultures. Now I need the opportunity to share everything about my country with the people because without this privilege, I will not be able to tell the world about my country. As I mentioned earlier, I will never give up making my dream come true.

Essay #3:  Please describe one situation from your school, work, or personal life when you faced a challenge or a problem.  How did you resolve it?

When I graduated from senior high school in 2003, I had decided to continue my study at STAN (school for accounting) while most of my friends went to state university. I preferred taking STAN test to taking SPMB test (entrance exam for state university) because both examinations were scheduled on the same week. Unfortunately, I did not pass the STAN test. In order not to become an unemployed, I helped my eldest brother in his food stall every day and at the same time I also studied English in an English course for almost nine months. In the middle of 2004, I prepared myself to take the SPMB test because I really wanted to continue my study to a higher level. I chose English Department as my major in Andalas University Padang West Sumatera. After one month passed by, I got the test result. I saw my name in the newspaper which meant I passed the SPMB test. It was not easy for me to inform this good news to the whole family at the difficult time. I worried a lot that my family would not allow me to study in Padang. I admitted that my family had a financial problem. My siblings worked for the cost of living. Besides, my young brother and young sister were still at school so they still needed financial support. Several siblings agreed about my decision while others did not. I tried my best to explain and convince my mother and siblings that I would not throw away this opportunity. I wanted to reach my goal. Finally, my all family agreed and supported me to continue my study. My siblings helped each other to support my college needs until I finished. I really thanked my family because of this. I also promised my family that I would study hard, finish my college within four years, find any scholarship that provides financial aid, and try to find a part-time job without disturbing my study. Fortunately, I achieved all of them. I believe that there will always be obstacles in achieving my goal. However, I do not want to give up easily without trying my best.

Essay #4:  What do you think will be most difficult about being away from your home for a year?  What steps will you take to overcome these difficulties?

Being away from people I love like my mother, siblings, relatives, and friends will be the most difficult thing for me. Since I will be away from my home for one year, I will definitely feel homesick because of this new experience. Besides, it can be really hard and confusing at the beginning. I know I will overcome this situation by doing these steps. First, I will make many friends in my new environment. Making new friends will be the easiest way for me. If I have friends, I will not really be alone. Second, I will participate in many useful activities that interest me so I can manage my feeling of homesickness. Besides, I can still keep in touch with all the people I love in my home country through regular email and the Internet. I will explore the city and find good places in order to familiarize myself in the new environment. Next, I will also make effort to learn the language because my English still needs improving. Also, I would like to join campus clubs to do volunteer work because I enjoy contributing something back to the community. If I can successfully adjust myself to the new environment, for sure I will be able to overcome homesickness.

Essay #5:  What part of U.S. culture are you eager to experience? Why?

I know the United States is a multicultural country. It consists of people who come from different origins and religions. I am eager to experience and explore many parts of U.S. First, I would like to learn about the people, traditions, and customs. It will be invaluable for me to have a good opportunity to learn other points of view. Second, I would like to learn good values of American people, for examples hard working ethic, independent behavior, strong responsibility, and discipline about time. I need to build my characters better so I can organize my life and achieve every goal. Then, I would like to learn how Americans achieve their dreams. It means that the people are not easy to give up achieving their dreams even though they have failed many times. This fighting spirit is really needed in me as a young generation, a changing agent for my country.

Essay #6:  If you participate in this program how do you think your life will be different in 5 years?

Participating in this program will give me many advantages and unforgettable experiences. To be honest, it is quite difficult for me to describe my life in 5 years. However, after completing this program, I will apply the knowledge and share the experiences that I have gotten to my environment, my workplace, and with other people who may need it. I hope once I get back from the United States, I will become a good leader because this scholarship offers training opportunity for the students to be leaders in their community and country. Also, I will learn many new things through this training program that will change my life to become a better individual, useful and productive citizen for my country.

Aplikasi ini tentunya jauh dari kesempurnaan dan masih bisa diperbaiki. Tapi waktu itu saya sangat puas jika dibandingkan dengan konsep aplikasi saya yang pertama kali.

Gimana, ada masukan ga? Silahkan komentar ya.

Like this:

LikeLoading...

Related

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *